Wapres Minta Pemuka Lintas Agama Bantu Pemerintah Sosialisasikan Protokol Kesehatan COVID-19

Wapres Minta Pemuka Lintas Agama Bantu Pemerintah Sosialisasikan Protokol Kesehatan COVID-19

Jakarta, Sailacitra.com – Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin meminta para pemuka lintas agama selalu mengingatkan para pemeluk agama untuk mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah. Hal itu perlu dilakukan guna memutus penularan virus Covid-19 atau Corona yang belakangan ini makin sulit terkendali.

“Dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini, saya ingin mengajak para tokoh agama untuk tidak henti-hentinya mengingatkan para pemeluk agama agar mau memahami dan mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan Pemerintah,” kata Wapres saat menyampaikan sambutan dalam acara Dialog Virtual Nasional Lintas Iman yang diselenggarakan Badan Pengelola Masjid Istiqlal dari Jakarta, Selasa (14/7).

Wapres KH. Ma’ruf Amin mengatakan peran tokoh agama menjadi kunci penting bagi keberhasilan penerapan kebijakan adaptasi kebiasaan baru tersebut.

“Saya yakin peran para tokoh agama sangat penting untuk memastikan keberhasilan kebijakan ini. Kita harus bisa meyakinkan umat bahwa badai pasti berlalu, setelah suatu kesulitan pasti akan datang kemudahan,” ujar Ketua Umum non-aktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.

Menurut Wapres, Pemerintah juga telah menyiapkan protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru, sehingga masyarakat tetap aman dalam melakukan kembali kegiatan, khususnya di bidang perekonomian, setelah menjalani masa penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Wapres juga meminta kepada para tokoh agama untuk ikut menyampaikan sosialisasi protokol kesehatan dalam masa adaptasi kebiasaan baru kepada masyarakat, dan meminta seluruh umat mematuhi protokol tersebut.

“Saya ingin mengajak kita semua untuk terus memberikan bimbingan kepada semua umat untuk menjaga semangatnya dalam mematuhi semua protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, sering mencuci tangan, dan menjaga jarak,” ujarnya pula.

Pandemi COVID-19 masih menjadi ancaman serius karena tingkat penularannya masih tinggi, yang mencapai 75.699 orang terpapar, 36.455 orang dalam perawatan, dan 3.606 orang meninggal dunia, kata Wapres KH. Ma’ruf Amin.

sailacitra

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *