Syauqi Ma’ruf Amin: Wabah Covid-19 Momentum UMKM Kembangkan Ekosistem Ekonomi yang Lebih Maju

Syauqi Ma’ruf Amin: Wabah Covid-19 Momentum UMKM Kembangkan Ekosistem Ekonomi yang Lebih Maju

Jakarta, Sailacitra.com – Dampak pandemik virus corona baru (Covid-19) telah berdampak pada berbagai sendi kehidupan, salah satunya kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Dewan Pembina Santri Milenial Centre (Simac), Syauqi Ma’ruf Amin mengatakan bahwa Covid-19 adalah momentum bagi kelompok usaha kreatif dalam mengembangkan UMKM menjadi sebuah ekosistem ekonomi yang lebih maju.

Gus Syauqi -sapaan akrabnya- menyebutkan bahwa musibah virus mematikan asal Kota Wuhan, China ini merupakan sarana ujian bagi umat manusia, termasuk pegiat usaha kecil mikro dan menengah (UMKM).

Ia mengajak umat Islam di Indonesia senantiasa meyakini bahwa virus yang telah menghilangkan lebih dari seribu nyawa orang Indonesia menyimpan hikmah yang luar biasa. Umat Islam tambah Syauqi, harus mampu melewati masa sulit ini dengan optimisme dna pikiran positif.

Para pelaku usaha di bidang UMKM, tegas Gus Syauqi harus melakukan upaya dan cara-cara yang lebih kreatif. Kondisi di lapangan Covid-19 telah mengubah kebiasaan setiap manusia Indonesia termasuk dalam menjalankan aktivitas usahanya.

“Ini menunjukkan Allah sayang dengan kita, kita diberi kesempatan untuk mampu melalui dengan lebih kreatif. Salah satunya adalah mengembangkan UMKM harus dengan didukung¬† dengan teknologi digital,” demikian kata pura Wapres Maruf Amin ini saat diskusi tentang “UMKM di tengah Pandemik Covid-19, Senin malam (18/5).

Lebih lanjut, Gus Syauqi menjelaskan, kondisi yang serba baru ini perlu dukungan dari seluruh komponen masyarakat. Tujuannya agar kelompok usaha kreatif berkembang dengan lebih terarah dan sistematis.

Muara dari proses usaha yang terarah itu kemudian menciptakan ekosistem ekonomi baru yang semakin berkembang dan lebih maju.

“Kebutuhan ini sangat penting sebagai menunjang pengembangan UMKM, agar pada situasi yang kita rasakan ini terbangun sebuah tatanan baru, salah satunya pola menjalankan UMKM,” tambahnya.

Gus Syauqi menyebutkan, membangun ekosistem baru ini tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan dari pemerintah. Berbagai regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah harus mendukung eksistensi pengembangan kelompok ekonomi kreatif.

“Ekonomi kreatif ini kadang-kadang belum terfasilitasi, bagaimana menemukan dan mengawinkan kepada siapa butuh apa, apa dengan siapa, keterkaitan yang saling menunjang dari sisi bawah sampai regulasi yang mendukung. Partisipasi dari banyak pihak ini penting. Pemerintah harus menjadi mitra strategis kelompok ekonomi kreatif,” pungkasnya.

Dalam diskusi daring itu juga dihadiri oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH), Prof. Sukoso. Selain itu juga dihadiri oleh beberapa pelaku ekonomi kreatif dari berbagai negara, seperti Hongkong, Australia, Austria, Malaysia dan beberapa negara lainnya.

Sukoso menyampaikan, perlunya mendesain pengembangan UMKM pada masa pandemik Covid-19. Sukoso kemudian merekomendasikan dalam menjalankan aktivitas ekonominya para pelaku usaha harus disiplin menjalankan protokol kesehatan yang ditentukan oleh otoritas medis.

Sukoso menjelaskan pentingnya para pelaku usaha kreatif di bidang makanan untuk memproduksi kuliner yang sehat dan halal.

Menurut Doktor Lulusan Jepang ini, awal mula munculnya virus Covid-19 berasal dari hewan yang dikonsumsi manusia, sehingga hikmah dari wabah corona ini setiap manusia harus mengkonsumsi yang jelas kehalalanya. 

“Pada saat kita melaksanakan proses jual beli, saat memproduksi makanan dan minuman jangan sampai curang, menjalankan amanah dari para pelanggan dengan baik, para pelaku usaha harus memproduksi produk yang halalan thoyibah,” demikian kata Prof Sukoso. [Red]

sailacitra

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *