Politisi Demokrat Dukung Upaya Rekonsiliasi KH Ma’ruf Amin

CURENT ISSUE - Fri, 19 April 2019, 11:35 pm - Editor: Ahmad Mahromi
KH. Ma'ruf Amin Berbincang dengan Awak Media di Situbondo

Jakarta, Sailacitra.com – KH Ma’ruf Amin menyerukan pada segenap elemen bangsa untuk mengubur istilah cebong dan kampret yang selama proses pemilu marak digaungkan beberapa pihak. KH Ma’ruf Amin menilai sudah saatnya bangsa Indonesia untuk rekonsiliasi dan bersatu pasca pilpres 17 April lalu.

"Jangan bunyi lagi itu. Selesai sampai kemarin. Kita kubur (istilah itu), ada cebong, ada kampret, kubur saja," ujar KH Ma'ruf Amin di kediamannya, Jalan Situbondo, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019). 

KH Ma’ruf Amin menuturkan upaya menghilangkan istilah cebong dan kampret tersebut merupakan bagian dari rekonsiliasi menuju ke arah yang lebih baik. Sebab jika dibiarkan, akan berdampak buruk pada pembangunan bangsa. Mengingat membangun harus dilakukan dengan persatuan.

Seruan KH Ma’ruf Amin tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak termasuk dari politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean. Menurutnya, istilah cebong dan kampret memang seharusnya tak pernah ada sejak dulu.

“Kita mendukung penuh usulan kiai Ma’ruf. Bahkan dari dulu sebetulnya enggak boleh ada,” ujar Ferdinand kepada awak media, Jumat (19/4).

Ferdinand menyatakan pemilihan umum telah digelar. Dan siapapun yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden mesti mendapat dukungan dari seluruh masyarakat.

“Kita menghentikan seluruh perbedaan identitas, atau perbedaan politik. Kita sama-sama menatap Indonesia lebih baik, siapa pun nanti yang terpilih sebagai Presiden,” imbuhnya.