Perilaku Buruk Pengunjung Jadi Alasan Baduy Minta Dihapus dari Peta Destinasi Wisata

Perilaku Buruk Pengunjung Jadi Alasan Baduy Minta Dihapus dari Peta Destinasi Wisata

Lebak, Sailacitra.com – Masyarakat Baduy sudah gerah dengan perilaku buruk para pengunjung yang kerap membuang sampah sembarang, sehingga mencemarkan lingkungan dan mematikan sejumlah tumbuhan. Karena itulah, Lembaga Adat Baduy meminta wilayahnya dihapus dari peta destinasi wisata.

Permintaan tersebut disampaikan melalui surat yang dikirim ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebagai pimimpin negara, Jokowi mesti berbuat arif dan bijaksana menuruti keinginan masyarakat Baduy. Karena bila tidak, pencemaran lingkungan di Baduy akan kian parah oleh ulah-ulah pengunjung yang tak tahu adat dan tatakrama.

Semantara itu,  Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, pihaknya sudah mengetahui permintaan tersebut dari media sosial.  Iti menuturkan, keluhan masyarakat Baduy ini disampaikan lantaran wilayahnya tercemar yang diakibatkan oleh kunjungan wisatawan.

“Kenapa mereka keluarkan statemen seperti itu, karena banyak pengunjung tidak taat, bangun warung di sana dan buang sampah sembarangan,” kata Iti ditemui di Pendopo Kabupaten Lebak di Rangkasbitung, Rabu (8/7).

Iti mengatakan, tidak dipungkiri memang kawasan wisata Desa Adat Baduy sudah tercemar.

Sampah-sampah yang dibuang sembarangan oleh wisatawan banyak berserakan di sepanjang rute wisata Baduy. Kendati demikian, Iti mengatakan pihaknya belum bisa mengambil keputusan terkait surat yang dikirimkan ke Presiden Jokowi pada 6 Juli 2020 lalu.

Menurut Iti, pihaknya harus melakukan pertemuan terdahulu dengan tokoh Baduy dan memastikan bahwa surat dibuat melalui persetujuan tiga wilayah Baduy, yakni Cibeo, Cikeusik dan Cikertawana.

“Kebijakan kami mengikuti apa yang disampaikan oleh Puun, semua bisa dikomunikasikan. Maka saat ini belum bisa mengambil kebijakan seperti apa sebelum komunikasi dengan Puun (pimpinan adat tertinggi di Baduy),” kata dia.

Jika masih bisa dimusyawarahkan, kata dia, nantinya akan dilakukan perketat aturan bagi wisatawan yang akan masuk ke Baduy. Seperti harus membawa kantong sampah sendiri dan pemeriksaan ketat terhadap barang-barang yang bisa menimbulkan sampah plastik.

“Mangkanya nanti kedepannya ada maklumat untuk tidak boleh sampah plastik, bawa makanan tapi tempatnya sendiri. Harus ditaati, mungkin ada semacam pemeriksaan terlebih dahulu sebelum masuk ke sana,” kata dia.

sailacitra

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *