KH Ma’ruf Amin, Jalan Tengah Antara Islam Kanan dan Kiri

INSPIRASI - Fri, 14 December 2018, 6:59 pm - Editor: Ahmad Mahromi
KH Ma'ruf Amin beri orasi Ilmiah di Singapura

Sailacitra.com – Begitu banyak pemikiran KH Ma’ruf Amin yang perlu untuk dipelajari lebih dalam. Dan ternyata setelah ditelusuri, sumbangsih pemikiran KH Ma’ruf Amin bagi Indonesia sangatlah penting. Salah satu yang ia cetuskan adalah Islam Wasathiyah atau Islam moderat sebagai jalan tengah antara Islam liberal (Islam Kiri) dan Islam konservatif (Islam Kanan).

KH Ma’ruf Amin menjelaskan munculnya wacana Islam Wasathiyah merupakan respon akan dua gerakan Islam yang berkembang pasca reformasi. Di satu sisi gerakan Islam liberal yang semakin liberal, sementara disisi lain fenomana gerakan Islam konservatif juga kian menguat.

“Dewasa ini muslim Indonesia dihadapkan pada dua fenomena utama, pertama menguatnya kelompok scripturalis, yang eksklufis, intoleran, kaku, mudah mengkafirman, gampang menyatakan permusuhan, bahkan melakukan kekerasan pada kelompok yang tidak sepaham,” ujar KH Ma’ruf Amin saat memberikan ceramah ilmiah di Singapura (17/10)

Kelompok kedua menurut KH Ma’ruf Amin tak lain adalah kelompok liberal yang juga makin menguat. Dalam telaahnya, KH Ma’ruf Amin juga menyatakan bahwa kedua gerakan Islam tersebut sangat terkait erat dengan gerakan trans-nasional yang ingin memberi pengaruh ke Indonesia.

Disini, KH Ma’ruf Amin mencari jalan tengah. Pada tahun 2015 saat dirinya menjadi Ketua MUI, cawapres nomor urut 01 tersebut mengusung Islam Wasathiyah yang berarti Islam jalan tengah antara liberalisme dan konservatisme.

“Sebagai jawaban atas dua fenomena gerakan Islam itu, tahun 2015 MUI mencetuskan Islam wasathiyah. Islam Wasathiyah adalah Islam tegah untuk terwujudnya umat terbaik,” imbuh KH Ma’ruf Amin.